Sabtu, 29 September 2012

Cukup sekadar Senyum :)

Walau siapa yang sedang dalam kepahitan, perit dan banyak hal merungsing dan memeningkan. Raut wajah tetap dalam keadaan senyum. Ia sudah cukup menceriakan, mengembirakan, melegakan dan telah menghadirkan berbagai sangkaan dan harapan baik dari seseorang, dan memaniskan keadaan. Hingga dan mudah dapat merubah keadaan dan meredakan marah perasaan. Menenangkan dan menghilangkan kebimbangan. Itulah penting dan berharganya dengan sekadar hanya senyuman. Disebalik ia selalu disandarkan kepada adat, ia adalah seruan dan didikan Sunnah Nabi Kita Muhammad saw yang telah pun lama dahulu. Yang amat cukup cantik, menarik dan hebat. Tiap sunnahnya mempunyai hikmah dan makna yang cukup besar. Begitu indah apa yang telah disarankan Nabi saw. Kesan dari sekadar senyuman. Pahala diraih dengan kemuliaan akhlak, ia disuka orang.




Dari Abu Dzar ra, Rasulullah saw bersabda: “Engkau tersenyum di depan saudaramu adalah sedekah. (Hr al-Bukhari dari Kitab Adaabul Mufrad, ibn Hibban dalam sahihnya. Hadis hasan gharib) 

Setiap segala pahala dan ganjaran yang dijanjikan, lalu dikejarkan, maka semuanya adalah telah dan akan untuk menjadikan seseorang itu amat cukup tinggi, mulia dan baik akhlaknya. Tiada dibenci orang dan tiada khianatkan orang, hidup dalam rahmat Tuhan. Disebalik ada rasa nikmat sendiri dari amalannya. Lahir secara sendiri kehebatan, kemuliaan dari luar, saling hormat, sangka baik dan rendah diri. Bersamanya rahmat, pertolongan dan ganjaran dari Allah. Tiap segala kesungguhan kita usaha berubah jadi orang baik, buat yang betul dan baik, melaksanakan tuntutan Islam. Mendapat ganjaran, pertolongan dan keindahan hidup, tidak didunia, di akhirat yang sudah pasti sedang menanti kelak. Tiap segalanya yang lain adalah untuk membentuk kita dan mengingatkan kita hakikat dunia dan hidup dalam dunia ini. Segala suruhan dan larangan Allah dan Rasul, punya banyak makna yang tersirat dan tersurat. Sebab Allah lah yang telah menjadi segalanya ini semua. Rutin cari nafkah, tolong orang, makan tangan kanan, makan yang halal, dan segala sudut hal lain lagi, tidak sia-sia segalanya.



Akhirnya, sama-sama kita sirati betapa indahnya akhlak dan pesan dari Nabi Muhammad saw. 


Kata Jarir bin Abdillah: “Sejak aku menjadi muslim, tidak pernah Rasulullah saw berjumpa denganku melainkan senyum padaku”. (Hr al-Bukhari dan Muslim) 

Kata Abdullah bin al-Harith: “Aku tidak pernah melihat seseorang lebih banyak senyuman daripada Rasulullah saw”. (Hr at-Tirmidzi, sahih)


Aisyah ra meriwayatkan: Aku sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah saw berusaha untuk membalas kezaliman yang Baginda terima selama mana ia tidak menyebabkan larangan Allah dilanggar. Jika larangan Allah dilanggar, maka Bagindalah yang paling keras mengungkapkan kemarahan. Jika Baginda berhadapan dengan dua pilihan, maka Baginda akan memilih yang paling mudah selama mana ia tidak menyebabkan dosa. (Hr al-Bukhari dan Muslim) 


“Janganlah kamu menganggap remeh kebaikan seseorang, walau sekadar dia menampakkan senyuman ketika bersua denganmu”. (Hr Muslim dalam al-Bir wash-Shillah no 2626, Hadis ini dinilai sahih oleh Sheikh Nasiruddin al-Albani dalam kitab Sahihul-Jami' al-Shaghir no 7634) 


Ada kata hikmah:

“smiling is your way to success”
ابتسامتك هي طريقك للنجاح

How can I hate a person who smiles at my face
كيف يمكنني أن أكره إنساناً يبتسم في وجهي ؟

Senyumlah... :) 


12 Zulkaedah 1433 H bersamaan 28 September 2012 M 

Jumaat, 09.45 pm. Sana’a, Yaman.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan